Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Sikap Baghyu: Menuduh Kafir dan Bidah kepada Muslim secara Zalim dan Berlebihan

Oleh Abu Muhammad Al Mishri Abu Muslim Al Mishri Abu Yaqub Al Maqdisi

Dan di antara sikap baghyu ini adalah mengecap keburukan terhadap orang yang menyelisihi, mencurigai niatnya, dan melemparkan tuduhan kepada muslim dengan kafir dan bidah secara zalim dan berlebih-lebihan, membabi buta tanpa bukti. Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban di dalam Shahih-nya, dari Hudzaifah ibnul Yaman radhiallahu 'anhu, dia menceritakan kepadanya, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
(إن مما أتخوف عليكم رجل قرأ القرآن، حتى إذا رؤيت بهجته عليه وكان رداؤه الإسلام اعتراه إلى ما شاء الله انسلخ منه ونبذه وراء ظهره وسعى على جاره بالسيف ورماه بالشرك)، قال قلت يا نبي الله أيهما أولى بالشرك المرمي أو الرامي؟، قال: (بل الرامي)
“Sesungguhnya di antara hal yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah seseorang yang membaca Al Qur'an hingga ketika dia terlihat kebagusannya di dalamnya (Al Qur'an) dan selendangnya (kebanggaannya) adalah Islam, dia lalu melepaskannya kepada apa yang Allah kehendaki, dia melepaskan diri darinya dan melemparkannya ke belakang punggungnya, serta dia menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya berbuat syirik.” Hudzaifah bertanya, “Wahai, Nabiyullah, antara penuduh dan yang dituduh tersebut mana yang lebih pantas dianggap berbuat syirik?” Nabi bersabda, “Penuduh itu yang lebih pantas.”

Berkata Imam Al Ajjuri rahimahullah, “Sesungguhnya Allah dengan karunia dan kemulian-Nya memberitakan kepada kita di dalam kitab-Nya tentang orang-orang sebelum kita yang telah mendapat Al Kitab: Yahudi dan Nashrani, bahwa mereka semua binasa ketika mereka berselisih di dalam agama mereka dan Dia Yang Mahamulia juga memberitahukan kepada kita bahwa apa yang menyeret mereka kepada perpecahan dari pada berjemaah dan condong kepada kebatilan yang telah dilarang tidak lain adalah sikap baghyu dan hasad setelah mereka mengetahui apa yang tidak diketahui oleh kaum yang lain sehingga sikap baghyu dan hasad ini membawa mereka kepada perpecahan sehingga mereka binasa, maka Allah memperingatkan kita agar tidak menjadi seperti mereka sehingga binasa sebagaimana mereka binasa, akan tetapi Allah memerintahkan kita untuk melazimi jemaah dan melarang kita dari perpecahan, begitu juga Nabi ﷺ memperingatkan kita dari perpecahan dan memerintahkan kita untuk berjemaah, begitu juga para imam salaf dari kalangan ulama kaum muslimin, seluruhnya memperingatkan kita untuk melazimi jemaah dan melarang kita dari perpecahan.”

Penulis: Abu Muhammad Al Mishri, Abu Muslim Al Mishri, Abu Ya'qub Al Maqdisi
Penerjemah: Selotip
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari