Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Sifat Ahli Bidah: Membumbui Kebatilan dengan Istilah-Istilah Syariat yang Merdu

Oleh Abu Muhammad Al Mishri Abu Muslim Al Mishri Abu Yaqub Al Maqdisi

Dan di antara sifat para kepala kesesatan ahli bidah adalah mereka membumbui kebatilan mereka dengan istilah-istilah syariat yang merdu, seperti menjaga benteng tauhid, millah Ibrahim, tauhid murni, dan istilah-istilah lainnya, seperti yang pernah dikatakan oleh Khawarij kepada 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, “Tidak ada hukum, kecuali milik Allah,” dan mereka juga berkata, “kita tidak berhukum kepada laki-laki, kita ingin hukum Allah.” Perkataan-perkataan ini tidak laku bagi ahli ilmu, sebagaimana tidak lakunya dinar palsu bagi penukar uang yang cerdas, dan 'Ali radhiallahu ‘anhu telah paham maksud dari perkataan Al Haruriyyah ini sehingga tidak laku baginya perkataan mereka, “Tidak ada hukum, kecuali milik Allah,” sebagaimana laku kerasnya perkataan ini bagi orang-orang bodoh, di mana 'Ali radhiallahu ‘anhu berkata, “tidak ada hukum, kecuali milik Allah. Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkanmu. Apakah yang kalian ketehui dari apa yang dikatakan oleh mereka? Mereka sebenarnya mengatakan, ‘tidak ada kepemimpinan,’ wahai, manusia, sesungguhnya tidak ada yang membuat kalian baik, kecuali amir, baik atau pun fajir.”

Dan di dalam Shahih Muslim dari ‘Ubaidillah bin Abi Rafi’ maula Rasulillah ﷺ, bahwa orang-orang Haruriyyah ketika muncul dan mereka bersama 'Ali ibn Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, mereka berkata, “Tidak ada hukum, kecuali milik Allah.” 'Ali berkata, “Kalimat haqq, tapi dimaksudkan untuk kebatilan. Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah menyifati segolongan manusia yang sungguh aku mengetahui sifat-sifat mereka ada pada orang-orang ini, mereka mengatakan kebenaran dengan lisan mereka, tapi tidak melewati ini dari mereka (sambil menunjuk ke arah lehernya). Mereka adalah makhluk yang paling dimurkai oleh Allah.”

An Nawawi rahimahullah berkata, “Perkataannya ‘Kalimat haqq, tapi dimaksudkan untuk kebatilan,’ artinya adalah bahwa kata-kata ini asalnya adalah benar, Allah berfirman,
اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِ
‘Sesungguhnya hukum itu hanyalah milik Allah,’ (QS. Yusuf: 40) akan tetapi mereka hanya ingin mengingkari 'Ali radhiallahu ‘anhu dengan kata-kata ini dalam tahkimnya.”

Penulis: Abu Muhammad Al Mishri, Abu Muslim Al Mishri, Abu Ya'qub Al Maqdisi
Penerjemah: Selotip
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari