بسم الله الرحمن الرحيم
Oleh Abu Qatadah Al Barbahari

Pertanyaan:
"Sungguh mengherankan kita hari ini lebih mendahulukan duduk di majelis mereka dan mendengarkan perkataan serta membaca tulisan mereka ketimbang perkataan dan tulisan ahli tsughur yang mendapat petunjuk langsung dari langit sehingga mereka berperang di atas petunjuk itu sembari mengibarkan panji penebasan terhadap millah para kuffar di setiap zaman." Ada yang janggal enggak?

Jawaban:
Sebuah perkataan yang tidak ada seorang pun ulama menyatakan demikian. Dalam ilmu usul fikih, tidak ada yang menyebutkan bahwa mashdar/sumber istidlal itu adalah ahluts tsughur.

Ijtihad berasal dari kata اجتهد - يجتهد - اجتهادا, yang mana makna secara bahasa adalah بذل الجهد لإدراك أمر شاق
"Mengeluarkan segenap kemampuan dalam rangka mendapatkan perkara yang sulit."

Adapun makna secara istilah adalah, بذل الجهد لإدراك حكم شرعي
"Mengeluarkan segenap kemampuan dalam rangka memperoleh hukum syar'i."

Jadi maksud dari mujtahid (orang yang berijtihad) adalah, من بذل جهده لذلك
"Orang yang mengeluarkan segenap kemampuannya dalam rangka memperoleh hukum syar'i."

Tayib, sekarang kita akan sebutkan syarat-syarat mujtahid, diantaranya:
1. Mengetahui dalil-dalil syar'i.
2. Mengetahui sahih dan daifnya sebuah hadis.
3. Mengetahui nasikh dan mansukh serta tempat-tempat terjadinya ijmak.
4. Mengetahui dalil-dalil akan suatu hukum yang berbeda semisal mana dalil yang ditakhshish/dikhususkan atau yang ditaqyid/diikat.
5. Mengetahui bahasa 'Arab dan usul fikih.
6. Dia mempunyai kemampuan dalam ber-istinbath/menyimpulkan hukum dari dalil-dalilnya.

Demikianlah syarat-syarat menjadi mujtahid, kemudian kami akan tambahkan sebab-sebab terjadinya perbedaan di kalangan mujtahid, di antaranya,

1). Berbeda cara pandang dalam menyimpulkan suatu hukum, entah perbedaan karena sebab pondasi-pondasi bahasa semisal nahwu atau perbedaan karena sebab penetapan sumber-sumber syariat, misalnya:

Sumber hukum mazhab Hanafi:
1. Al Kitab.
2. Sunah.
3. Ijmak.
4. Qiyas.
5. Istihsan.

Sumber hukum mazhab Maliki:
1. Al Kitab.
2. Sunah.
3. Ijmak.
4. Qiyas.
5. Amal penduduk Madinah.
6. Pendapat sahabat.
7. Istihsan.
8. Istishhab.
9. Mashlahah Mursalah.
10. Menjaga khilaf.

Sumber hukum mazhab Syafi'i:
1. Al Kitab.
2. Sunah.
3. Ijmak.
4. Qiyas.

Sumber hukum mazhab Hanbali:
1. Al Kitab.
2. Sunah.
3. Fatwa sahabat.
4. Ijmak.
5. Qiyas.
6. Istishhab.
7. Mashlahah Mursalah.
8. Sadd Dzarai'.

Itulah sebab kenapa cara pandang mereka berbeda.

2). Terkadang ada sunah yang tidak tersebar di kalangan mereka sehingga membuat mereka berbeda.

3). Perbedaan faktor lingkungan diantara para mujtahid, misalnya:
Perbedaan mereka dalam memaknai makna القرء (al-Qur-u), 'Umar dan Ibnu Mas'ud berpendapat bahwa ia adalah haid, sedang Za'id bin Tsabit berpendapat bahwa ia adalah suci.

Demikianlah dari kami pembahasan seputar ijtihad, semoga jelas dan bisa merenungi bahwasanya berijtihad itu tidaklah gampang, harus orang-orang yang memiliki spesifikasi khusus yang hanya mampu berijtihad.

والله أعلم

Adakah di sini menyebutkan ahli tsughur sebagai sumber hukum? Adapun ucapan Sufyan bin 'Uyainah yang mentazkiyah/merekomendasi ahli tsughur itu tidaklah mutlak, ada batasan-batasannya juga. Yang dimaksud ahli tshughur yang bisa diikuti pendapatnya adalah ahli tsughur yang punya ilmu dan punya kemampuan ijtihad, bukan orang-orang yang ga punya basic ilmu meski ia berjihad.

Ahli tsughur itu bukanlah sumber hukum, hanya saja ulama-ulama yang berada di tsughur itu lebih utama dari ulama yang duduk karena ulama yang berjihad itu aman dari fitnah dunia, beda dengan ulama-ulama yang duduk. Bukan berarti ahli tsughur itu sumber hukum. Ga ada 1 pun ahli usul fikih yang menyatakan demikian.

الله أعلم

Allah Ta'ala berfirman,
والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا
"Orang-orang yang berjihad itu niscaya benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami."

Dan dalam hal ini Ibnul Qayyim berkata,
ولأهل الجهاد في هذا من الهداية والكشف ما ليس لأهل المجاهدة ولهذا قال الأوزاعي وابن المبارك: إذا اختلف الناس في شيء فانظروا ما عليه أهل الثغور فإن الله يقول: والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا.
"Pada ahli jihad itu terdapat petunjuk dan inovasi yang tidak dimiliki oleh ahli mujahadah, karena itulah Al Auza'i & Ibnul Mubarak berkata: Apabila manusia berselisih dalam suatu hal, maka perhatikanlah pendapat ahli tsughur (orang-orang yang berada di medan jihad dan ribath) karena Allah berfirman, "Orang-orang yang berjihad itu niscaya benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami.""
(Madarijus Salikin, Juz 1 hal. 506)

Di sini tidak disebutkan ahli tsughur itu sumber hukum. Yang ada adalah bahwa di ahli tsughur itu terdapat keistimewaan yang tidak didapat oleh selainnya berupa petunjuk dan inovasi-inovasi. Nah, kalau ini kita sepakat. Jadi sekali lagi ana jelaskan bahwasanya tazkiyah ulama ke ahli tsughur itu bukan sebagai sumber hukum, tapi hanya penyebutan keutamaan saja.

Abu Qatadah Al Barbahari @ Wilayah Syarqi Asia
Artikel Islam.WBlog.Id