Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Sebab Fitnah: Meninggalkan I'tisham kepada Alquran dan Sunah sesuai Pemahaman Salaful Ummah

Oleh Abu Muhammad Al Mishri Abu Muslim Al Mishri Abu Yaqub Al Maqdisi

Dan sesungguhnya di antara sebab-sebab fitnah, perselisihan, dan saling berbantah-bantah, adalah sikap meninggalkan i'tisham (berpegang teguh) kepada Alquran dan As Sunnah sesuai pemahaman salaful ummah dan bersandar kepada hawa nafsu dan pendapat-pendapat orang. Allah berfirman,
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا
“Dan berpegang teguhlah pada tali Allah dan janganlah berpecah belah.”
(QS. Ali 'Imran: 103)

Dan juga berfirman,
وَكَيْفَ تَكْفُرُوْنَ وَاَنْـتُمْ تُتْلٰى عَلَيْكُمْ اٰيٰتُ اللّٰهِ وَفِيْكُمْ رَسُوْلُهٗ  ؕ  وَمَنْ يَّعْتَصِمْ بِاللّٰهِ فَقَدْ هُدِيَ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
“Dan bagaimanakah kalian bisa menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian? Barang siapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
(QS. Ali 'Imran: 101)

Dan bersabda Rasulullah ﷺ, “Aku tinggalkan bagi kalian apa yang jika kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan tersesat setelah aku tiada: Kitabullah dan sunahku.”

Dan di dalam Shahih Muslim dari hadis Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah meridai bagi kalian tiga hal dan benci terhadap kalian dari tiga hal. Dia rida kepada kalian (dengan) kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, kalian berpegang teguh dengan tali Allah secara bersama-sama dan janganlah berpecah belah, dan saling nasihat-menasihati terhadap siapa yang telah Allah serahkan urusan kalian kepadanya (ulil amri). (Dan Dia murka terhadap kalian dari tiga hal): qila wa qala, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.”

Dan adalah Nabi ﷺ apabila berkhotbah beliau bersabda, “Amma ba'du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ dan seburuk-buruk perkara adalah hal-hal yang baru (bidah).”

Dan berkata Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhuma, “Allah memerintahkan kaum mukminin untuk berjemaah dan melarang mereka dari perselisihan dan berpecah belah dan memberitahukan kepada mereka bahwa sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum mereka tidak lain adalah perdebatan, persengketaan dalam agama Allah Ta’ala.”

Dan dari seorang tabi'in yang mulia, Ibnu Syihab Az Zuhri, dia berkata, “Adalah orang-orang yang telah berlalu dari para ulama-ulama kami, mereka mengatakan bahwa berpegang teguh dengan sunah adalah keselamatan.”

Dan berkata Imam Al Auza’i rahimahullah, “Hendaknya kalian berpegang dengan atsar (peninggalan) orang-orang salaf meski manusia menolakmu dan janganlah kalian mengikuti pendapat orang-orang meski manusia menghiasinya untukmu dengan kata-kata karena sesungguhnya urusannya jelas(ketika dia menjadi jelas) dan engkau di atas jalan yang lurus.”

Dan berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, “Dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengikuti Al Kitab dan As Sunnah, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mengkuti kebenaran dan menyayangi makhluk.”

Dan dia juga berkata, “Fitnah dan pepecahan tidak akan terjadi, kecuali karena sikap meninggalkan apa yang telah Allah perintahkan dan Allah telah memerintahkan dengan al haqq, berlaku adil, dan memerintah berlaku sabar, maka fitnah terjadi karena meninggalkan al haqq atau meninggalkan kesabaran.”

Penulis: Abu Muhammad Al Mishri, Abu Muslim Al Mishri, Abu Ya'qub Al Maqdisi
Penerjemah: Selotip
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari