Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Seandainya Mereka Menaati Kami, Mereka Tidak Terbunuh

Oleh Nashir Ibn Hamad Al Fahad

Pertanyaan:
Syeikh kami yang mulia, apa bantahan terbaik terhadap seseorang yang memperingatkan terhadap akibat dari sikap tergesa-gesa berangkat berjihad ke 'Iraq dan menyeru agar berlambat-lambat ke sana. Kemudian kita melihat mereka yang mengikuti pemikiran dan pandangan ini, mereka gembira ketika melihat Baghdad terjatuh dan berkata, "Semoga Allah membalas kebaikan syekh polan, syekh polan, dan si polan yang telah memperingatkan agar jangan tergesa gesa, serta menyeru para pemuda agar berpikir-pikir dahulu serta berlambat-lambat. Jika mereka menaatinya, tentu mereka tidak akan terbunuh dan tidak akan terjadi apa yang telah menimpa mereka!"

Jazakumullah khairan.

Jawaban:
Saudaraku yang mulia. Sesungguhnya orang yang mencermati ayat-ayat Alquran disertai dengan membandingkannya dengan realita keadaan kaum muslimin atau keadaan mereka yang berintisab kepada islam saat Perang Salib ini yang dimulai dari penyerangan ke Afghanistan hingga hari ini, maka ia akan ta'ajub ketika melihat banyak sifat-sifat yang telah Allah sebutkan di dalam Alquran ada pada diri mereka.

Saya akan memberikan kepadamu beberapa contoh:

Yang pertama, ketika banyak saudara-saudara kita para mujahidin yang terbunuh di Afghanistan dan terjadi penyembelihan masal serta sebagian mereka ditawan di Guantanamo (semoga Allah membebaskan mereka), seorang dai tampil dalam sebuah siaran, "Orang-orang ini, seandainya mereka menaati kami, tentu mereka tidak akan terbunuh dan tertawan!"

Subhanallah! Bacalah firman Allah Ta'ala ini untuk membantahnya,
يا أيها الذين آمنوا لاتكونوا كالذين كفروا وقالوا لإخوانهم إذا ضربوا في الأرض أو كانوا غزى لو كانوا عندنا ما ماتوا وما قتلوا ليجعل الله ذلك ذلك حسرة في قلوبهم والله يحيي ويميت والله بما تعملون بصير
"Hai orang orang beriman, janganlah kalian menjadi seperti orang orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang, “Kalau mereka tetap bersama sama kami, tentulah mereka tidak akan mati dan tidak akan terbunuh." Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat dalam hati mereka dan Allah lah Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.”
(Ali 'Imran : 156)

Dan baca juga,
الذين قالوا لإخوانهم وقعدوا لو أطاعونا ما قتلوا، قل فادرءوا عن أنفسكم الموت إنكنتم صادقين
"Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya, sedang mereka duduk-duduk saja (tidak turut berperang), "Seandainya mereka menaati kami, tentu mereka tidak akan terbunuh." Katakanlah, "Tolaklah kematian itu dari diri kalian jika kalian orang-orang yang benar.""
(Ali 'Imran : 168)

Membaca ayat ayat ini saja merupakan bantahan telak atas mereka.

Kedua, setelah dimulainya ekspedisi militer salibis, sebagian dai tampil dan berkata, "Jihad adalah sebuah kewajiban, ini tidak kami pungkiri, akan tetapi umat Islam sekarang belum siap untuk berjihad," maka dikatakan kepada mereka ini, "kami menerima alasan kalian ini, lalu apa yang wajib dilakukan sekarang?!"

Minimal wajib mengadakan i'dad (persiapan) agar menjadikan umat siap untuk berjihad, sebagaimana perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,
يجب الإستعداد للجهاد بإعداد القوة ورباط الخيل في وقت سقوطه للعجز، فإن مالايتم الواجب إلا به فهي واجب
"Wajib melakukan i'dad (persiapan) untuk berjihad dengan mengadakan i'dadul quwwah (persiapan kekuatan) dan menambat kuda-kuda perang pada saat jihad tidak dapat dilaksanakan karena tidak adanya kemampuan karena sesuatu, yang suatu kewajiban tidak akan sempurna kecuali dengannya, maka ia hukumnya wajib."

Akan tetapi, jika engkau mengamati keadaan dan kegiatan dakwah mereka, engkau tidak akan menjumpai perhatian mereka untuk berjihad dan ber-i'dad. Lihatlah kegiatan-kegiatan mereka dan bandingkan hal tersebut dengan firman Allah,
ولو أرادوا الخروج لأعدوا له عدة ولكن كره الله انبعاثهم فثبطهم وقيل اقعدوا مع القاعدين
"Dan jika seandainya mereka menginginkan keluar berperang, tentu mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka dan dikatakan kepada mereka, "Duduklah kalian bersama orang orang yang duduk duduk itu.""
(At Taubah: 46)

Ketiga, setelah dimulainya ekspedisi militer salibis, sebagian orang hendak ber-mudahanah (bersikap lunak dan menjilat) kepada orang orang kafir, menampakkan sebagian dari cinta mereka buat orang orang kafir. Ketika mereka ditanya tentang sebab dari hal tersebut, mereka akan menjawab, "Kami khawatir terhadap apa (yang akan menimpa) perjalanan dakwah."

Bandingkan ucapan mereka ini dengan firman Allah Ta'ala,
فترى الذين في قلوبهم مرض يسارعون فيهم يقولون نخشى أن تصيبنا دائرة
"Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya bersegera mendekati mereka (orang orang Yahudi dan Nashrani), seraya berkata, "Kami khawatir akan mendapat bencana.""
(At Taubah: 52)

Akan tetapi mereka ini mengatakan, "Kami khawatir kalau dakwah tertimpa bencana!!"

Beginilah, contoh-contohnya banyak...

Bantahan terhadap orang orang seperti mereka ini cukup dengan membaca ayat-ayat ini saja. Kita memohon kepada Allah Subhanah agar Dia memperbaiki keadaan kaum muslimin dan memberi petunjuk kepada mereka yang sesat. 

Sumber: http://terapkan-tauhid.blogspot.com/2012/05/seandainya-mereka-mentaati-kami-tentu.html?m=1, dengan perubahan.

Penulis: Nashir Ibn Hamad Al Fahad
Editor: Muhammad Ibn Yusuf