بسم الله الرحمن الرحيم
Oleh Turki Bin Mubarak Bin Abdullah Al Binali

Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam, selawat dan salam semoga tetap terlimpah atas Nabi termulia dan Pemimpin para rasul, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya, juga siapa saja yang berjalan di atas petunjuk mereka hingga hari pembalasan.

Adapun kemudian :
Para ulama robbaniy, fukaha yang diridai, dan para imam mujtahid memiliki hak dan kewajiban dalam agama ini. Oleh karena itu, memuliakan ulama’ dan menghormati para fukaha adalah hal yang tidak diperdebatkan dan tidak dipersengketakan.

Dari ‘Ubadah bin as-Shomit rodhiyaAllohu ‘anh, Rosululloh shollaAllohu ‘alayhi wa sallam bersabda,
«لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ»
“bukan dari ummat-ku siapa saja yang tidak menghormati orang yang tua di antara kami dan tidak menyayangi orang yang muda/kecil di antara kami, serta tidak mengetahui hak orang ‘alim di antara kami.”
(Diriwatkan oleh Ahmad, al-Hakim dan at-Thobroniy dalam Makarimul Akhlaq)

Al-Imam an-Nawawiy rohimahulloh dalam Riyadhus Solihin membuat Bab yang dinamai dengan Tawqirul Ulama’ (Menghormati Ulama’).

Al-Imam Abu ‘Utsman as-Shobuniy rohimahulloh berkata, “di antara tanda Ahlus Sunnah adalah mencintai para imam, ulama’, pembela dan pendukung sunnah, serta membenci pemimpin bid’ah yang menyeru kepada neraka lagi menunjukkan teman-teman mereka kepada negeri kebinasaan.”
(‘Aqidatus Salaf Ash-habil Hadits, hal 40)

Al-Imam at-Thohawiy rohimahulloh berkata dalam ‘aqidahnya, “ulama’ salaf dari kalangan as-sabiqun (al-awwalun) dan yang setelah mereka dari kalangan at-Tabi’in adalah para pemilik kebaikan, atsar (jejak pendahulu), pemahaman (fiqh) dan wawasan. Tidak layak mereka disebut selain dengan kebaikan, sedangkan siapa saja yang menyebut mereka dengan keburukan maka tidak di atas jalan (petunjuk).”
(al-‘Aqidah at-Thohawiyyah, hal 57)

Sementara dalam hal ini, manusia terbagi menjadi beberapa jenis, dua terhina dan satu mulia.
Golongan pertama yang terhina :
mengultuskan ulama’ dan menyimpang.
Golongan ke dua yang terhina : menghina ulama’ dan bertindak aniaya (tidak menghargai).
Sedangkan golongan yang mulia : menhormati ulama’ dan bertindak inshof (memberikan hak dan atau moderat).

WaAllohu a’lam, selawat dan salam semoga terlimpah atas Nabi yang diutus dengan pedang bukan dengan pena.

Sumber: Turkiy al-Bin’aliy. Tanpa Tahun. Petunjuk untuk Orang-orang Cerdas agar Menghormati Ulama'. Diterjemahkan oleh: Tim Penyebar Berita. Tanpa Tempat: Penyebar Berita.