Berminat pasang iklan di sini? Oke. Klik di sini sekarang!

Kisah Para Ulama yang Menjadikan Kalimat Allah yang Tertinggi

Oleh Ahmad Muhammad Hilal

Imam Malik dicambuk 300 kali meski ia seorang alim di kotanya, hanya karena menjadikan kalimat Allah menjadi yang tertinggi.

Ibnu Taimiyyah dijebloskan penjara selama 17 tahun dan juga menghembuskan nafas terakhir di penjara, hanya karena menjadikan kalimat Allah menjadi yang tertinggi.

Murid Ibnu Taimiyyah, Imam Ibnul Qayyim juga dipenjara selama 16 tahun, hanya karena menjadikan kalimat Allah menjadi yang tertinggi.

Imam Ahmad bin Hanbal dibelenggu dan dikurung selama 27 bulan dan dicambuk 3 kali pada hari Senin saat beliau berpuasa, hanya karena menjadikan kalimat Allah menjadi yang tertinggi.

Tentu saja mereka semua tidak seperti ulama zaman kita yang telah menerima upah uang berlimpah, tinggal di apartemen mewah dan istana, mengemudi mobil mahal… dan mereka dengan ringan menyatakan maaf.

Demi Allah, merekalah orang-orang tertekan yang menyia-nyiakan agama dan merusak pikiran. Mereka tanpa malu menyatakan maaf atas kegagalan mereka, dan karena telah menjadikan perkataan raja/penguasa sebagai yang tertinggi, serta membenarkan ketidakadilan dan penentangan terhadap mujahidin, juga bersekutu dengan kuffar.

Apa ada alasan lain, wahai, sampah dunia?

Sumber: Saluran Telegram, Sabilun Nashr

Penulis: Ahmad Muhammad Hilal
Editor: Muhammad Ibn Yusuf