بسم الله الرحمن الرحيم
Oleh Abu Qatadah Al Barbahari

Kematian terbaik itu adalah mati syahid, namun...
Syahid terbaik itu adalah syahidnya para istisyhadiyyin.

Dalam Qiraah Hamzah (merupakan salah satu dari Qiraah Sab'ah), Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman,
إن الله اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة، يقاتلون في سبيل الله فَيُقْتَلُوْنَ وَيَقْتُلُوْنَ.
"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin itu jiwa dan harta mereka dengan membeli surga. Mereka berperang di jalan Allah, maka mereka pun terbunuh atau membunuh."
(QS At Taubah: 111)

Dalam ayat ini Allah mendahulukan yuqtalun daripada yaqtulun. Hikmahnya adalah terkadang orang yang syahid itu mereka terbunuh terlebih dahulu kemudian mereka pun membunuh.

Dalam sejarah yang mahsyur disebutkan bahwa kaum mukminin dalam kisah Ashabul Ukhdud mereka membunuh diri mereka dengan terjun ke parit-parit api hifazhan lidinihim minal fitnah (dalam rangka menyelamatkan agama mereka dari fitnah), namun perbuatan mereka itu Allah komentari dalam Surat Al Buruj,
ذلك الفوز الكبير
"Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar."

Perhatikan!!! Membunuh diri sendiri (dengan terjun ke parit api) dalam rangka menyelamatkan agama mereka dari fitnah tetap Allah sebut bahwa itu adalah kemenangan yang besar.

Maka...

Maka apa gerangan dengan orang yang membunuh diri mereka sendiri dalam rangka meninggikan kalimat Allah, membela agama-Nya, membunuh musuh-musuh Allah, dan menyelamatkan agama mereka dari fitnah, tentu min babil aula (lebih utama lagi) bahwa orang-orang ini lebih layak mendapatkan kemenangan yang besar.

Karena para ulama berkata:
التسبب كقاتل نفسه
"Orang yang terbunuh karena suatu sebab, seperti orang yang membunuh dirinya sendiri".

Maksudnya sama saja, entah dia itu syahid karena senjata musuh atau karena senjatanya sendiri.

Dan terakhir. . .

Tidak ada kematian yang paling menyejukkan dada kaum muslimin, kecuali kematian para istisyhadiyyin, karena dengan matinya mereka maka terbunuhlah banyak musuh-musuh Allah dan ini adalah perbuatan yang menyejukkan dada kaum muslimin.

Semoga Allah menjadikan kita istisyhadiyyin. Aamiin...
Wallahu a'lam.

Abu Qatadah Al Barbahari @ Fawaid 'Ilmiyyah
Artikel Islam.WBlog.Id